PENGENDALIAN MANAJEMEN ATAS PROYEK
Manajemen
telah memberi batasan untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan memanfaatkan
sumber daya yang ada melalui pengorganisasian. Pengertian diatas maksudnya
adalah bagaimana mengorganisir, memimpin dan mengendalikan pemanfaatan segala
sumber daya yaitu manusia, uang, bahan dan alat-alat di dalam suatu usaha untuk
mencapai tujuan dengan menggunakan metode-metode tertentu.
- Perencanaan
Didalam
perencanaan ini seorang atasan dituntut untuk mampu memilih dan menentukan
langkah-langkah kegiatan akan datang yang diperlukan untuk mencapai sasaran.
Langkah pertama adalah menentukan sasaran yang hendak dicapai kemudian menyusun
urutan langkah yang akan diambil untuk mencapai sasaran tersebut. Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah untuk menjembatani
antara langkah yang diambil dengan sasaran yang akan diraih sesuai dengan
tujuan tertentu.
- Pengorganisasian
Pengorganisasian
mempunyai pengertian bahwa seorang atasan harus mampu mengatur mengalokasikan
kegiatan serta mengkoordinasikan sumber daya kepada anggota organisasi agar
dapat mencapai sasaran secara efisien. Hal ini berarti perlu adanya
pengaturan peranan masing-masing anggota. Peranan ini kemudian dijabarkan
menjadi pembagian tugas, tanggung jawab dan otoritas. Atas dasar ini pembagian
tersebut selanjutnya disusun struktur organisasi.
- Kepemimpinan
Maksud dari
kepemimpinan ini adalah bagaimana seorang atasan mendiskripsikan,
mengarahkandan mendelegasikan serta mampu menciptakan suasana kerja yang
kondusif dan mampu memotifasi para stafnya untuk melaksanakan tugas sesuai
dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
- Pengendalian
Pengendalian
ini mempunyai arti bahwa seorang atasan mampu memantau, mengkaji dan bila perlu
mengadakan koreksi agar hasil kegiatan sesuai dengan kebijakan organisasi.
Pengertian
Proyek
Sebuah
proyek secara umum merupakan serangkaian aktifitas kerja yang mempunyai
kegiatan permulaan dan kegiatan akhir yang unik, dimana dalam proses kerjanya
aktifitas tersebut berpedoman pada tujuan yan telah disepakati. Untuk
penyelesaian kerja aktifitas yang ada, dibutuhkan beberapa sumber daya seperti
: Biaya, Peralatan, Tenaga Kerja, Bahan Baku dan Ruang Gerak.Hal diatas selaras
dengan definisi yang dikemukakan oleh Soehendrajati sebagai berikut: “ Proyek
adalah suatu kegiatan terorganisasi, yang menggunakan beberapa sumber daya yang
ada, yang dijalankan selama jangka waktu terbatas, yang mempunyai titik awal
saat dimulainya proyek dan titik akhir saat selesainya proyek” (Soehendrajati ,
RJB.”Pengantar manajemen Kontruksi”, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,1981,
Hal. 4).
- Bersifat Terbatas
Penyelesaian
suatu proyek, yang mencakup semua tujuan akan dilaksanakan dalam suatu periode
waktu terbatas.
- Kompleks
Suatu
kegiatan dianggap suatu proyek apabila terdiri dari aktifitas seri atau
parallel, sehingga operasinya harus mencakup gabungan antara keterampilan
manusia, sumber daya, bahan baku, serta formalitas lainnya yang terbatas.
- Tidak Berulang
Artinya
suatu proyek merupakan suatu usaha yang tidak berulang atau rutin. Sedangkan
kegiatan-kegiatan yang berbentuk proyek, pelaksananya tergantung pada beberapa
sumebr yang terlibat, waktu penyelesaianya, serta kompleksitas teknologi yang
digunakan. Semua fungsi yang ada dalam suatu proyek akan berhenti jika proyek
tersebut telah selesai dan masing-masing bagian dari organisasi proyek itu bias
mengerjakan pekerjaan yang lain tanpa terikat pada organisasi sebelumnya.
Pengertian
Manajemen Proyek
Pengertian
manajemen dalam perencanaan dan pengendalian proyek adalah merencanakan,
mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai
sasran yang telah ditentukan. Lebih jauh manajemen proyek menggunakan
pendekatan sistem dan hirarki (arus kergiatan) vertikal maupun horizontal. Dari
pengertian di atas dapat terlihat bahwa konsep manajemen proyek mengandung
hal-hal sebagai berikut:
- Menggunakan pengertian
manajemen berdasarkan fungsinya yaitu: merencanakan, mengorganisir,
memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan yang berupa manusia,
biaya dan material.
- Kegiatan yang dikelola
berjangka pendek dengan sasaran yang telah ditentukan.
- Memakai pendekatan sistem.
- Mempunyai hirarki horizontal
dan vertikal.
Dari
pengertian diatas menunjukkan bahwa manajemen proyek tidak bermaksud meniadakan
arus kegiatan vertical, tetapi ingin memasukkan pendekatan teknik serta metode
yang spesifik untuk menanggapi tuntutan dan tantangan yang dihadapi dalam
kegiatan proyek.
Tahapan-tahapan
dalam kegiatan manajemen proyek adalah:
- Tahapan penjadwalan proyek dan
perencanaan bangunan.
- Tahapan pelelangan dan kontrak
pelaksanaan.
- Tahapan pelaksanaan fisik
kontruksi.
- Tahapan penilaian proyek
sebelum penyerahan.
Pengertian
Manajemen Konstruksi
Manajemen
konstruksi adalah suatu metode umtuk memenuhi kebutuhan konstruksi. Manajemen
konstruksi menanggani tahapan-tahapan perencanaan, desain dan konstruksi proyek
ke dalam tugas-tugas yang terpadukan.
Tugas-tugas
itu dibebankan kepada suatu tim manajemen yang terdiri dari pemilik, manajer dan
organisasi perancang. Kontraktor dan / atau badan pendukung dana dapat pula
merupakan bagian dari tim tersebut. Hubungan kontrak antar anggota tim
dimaksudkan untuk menekan seminimal mungkin adanya pertentangan dan menumbuhkan
daya tanggap dalam lingkungan tim itu sendiri.
Ciri yang
paling membedakan proses manajemen kontruksi dengan yang lainnya adalah adanya
satu perusahaan tunggal, perusahaan manajemen kontruksi yang terlibat dalam
keseluruhan proyek.
Fungsi
Proses Perencanaan dan Pengendalian
- Proses dan Sistematika
Perencanaan
Dari
definisi manajemen proyek perencanaaan menempati urutan pertama dari
fungsi-fungsi lain. Perencanaan adalah proses yang mencoba meletakkan dasar
tujuan dan sasaran termasuk menyiapkan segala sumbeer daya untuk mencapainya.
Salah satu
perencanaan adalah pengambilan keputusan. Suatu perencanaan yang tepat disusun
secara sistematis, untuk mneyusun suatu perencanaan yang lengkap diperlukan:
- Menentukan Tujuan
Tujuan
organisasi atau perusahaan dapat diartukan sebagai pedoman yang membrikan arah
gerak segala kegiatan yang akan dilakukan.
- Menentukan Sasaran
Sasaran
adalah titik tertentu yang perlu dicapai apabila organisasi tersebut ingin
tercapai tujuannya.
- Mengkaji Posisi Awal terhadap
Tujuan
Dimaksudkan
untuk mengetahui sejauh mana kesiapan organisasi pada saat awal terhadap
sasaran yang telah ada.
- Memilih Alternatif
Proses ini
terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan setelah
memperhatikan berbagai batasan kemudian menyusunnya menjadi urutan dan rangkaian
menuju sasaran dan tujuan.
- Menyusun Rangkaian Langkah
Mencapai Tujuan
Proses ini
terdiri dari penetapan langkah yang mungkin dapat dilaksanakan setelah
memperhatikan berbagai batasan kemudian menyusunnya menjadi urutan dan
rangkaian menuju sasran dan tujuan.
- Unsur-unsur Perencanaan
Unsur-unsur
perencanaan yang erat kaitannya manajemen proyek meliputi:
- Jadwal
Jadwal
adalah penjabaran perencanaan proyek menjadi urutan langkah-langkah kegiatan
yang sistematis untuk mencapai sasaran.
- Perkiraan
Dalam arti
luas perkiraan adalah usaha yang dilakukan secara sistematis untuk melihat
keadaan masa depan dengan data-data yang tersedia. Tujuan dari perkiraan adalah
memberikan informasi untuk dipakai sebagai salah satu dasar perencanaan dan
pengendalian.
- Sasaran
Sasaran
adalah tujuan yang spesifik dimana semua kegiatan diarahkan dan diusahakan
untuk mencapainya. Terdapat tiga sasaran penting proyek yaitu jadwal, anggaran
dan mutu.
- Kebijakan dan Prosedur
Tidak
berlebihan bila dikatakan bahwa kebijakan atau prosedur memegang peranan
penting dalam penyelenggaraan suatu kegiatan, yaitu merupakan alat komunikasi
yang diharapkan dapat mengatur, mengkoordinir dan menyatukan arah gerakan
kegiatan yang akan dilakukan.
- Anggaran
Suatu
anggaran menunjukkan penggunaan dana untuk melaksanakan kegiatan dalam kurun
waktu tertentu.Anggaran pada umumnya disiapkan dalam bentuk uang.
- Fungsi dan Proses Pengendalian
R.J.Mockler
(1972) memberikan definisi pengendalian sebagai berikut: “ Pengendalian adalah
usaha yang sistematis untuk menetukan standar yang sesuai dengan sasaran
perencanaan, merancang system informasi, membandingkan pelaksanaan dengan
standar menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan
standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber
daya digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai sasaran” (Iman
Soeharto, ”Manajemen Proyek, dari konseptual sampai operasional”, Erlangga,
1995, Hal. 117).
Berdasarkan
definisi diatas, proses pengendalianproyek dapat diuraikan sebagai berikut:
- Menetukan Sasaran
- Lingkup Kegiatan
- Standar dan Kriteria
- Merancang Sistem Informasi
- Menganalisa Hasil Pekerjaan
- Mengadakan Tindakan Pembetulan.
Pengendalian
Proyek
Suatu sistem
pemantauan dan pengendalian disamping memerlukan perencanaan yang realistis
sebagai tolak-ukur pencapaian sasaran, juga harus dilengkapi dengan teknik dan
metode yang dapat segera mengungkapkan tanda-tanda terjadinya penyimpangan.
Untuk pengendalian biaya dan jadwal terdapat dua macam teknik dan luas
pemakaiannya, yaitu identifikasi varian dan konsep nilai hasil. Identifikasi
dilakukan dengan membandingkan jumlah uang yang sesungguhnya dikeluarkan dengan
anggaran. Sedangkan untuk jadwal, dianalisis kurun waktu yang telah dipakai
disbanding dengan perencanaan. Dengan demikian akan terlihat bila terjadi
penyimpangan antara rencana dan kenyataan, serta mendorong untuk mencari
sebab-sebabnya.
Pada setiap
membicarakan aspek pengendalian biaya dan jadwal akan selalu ditanyakan
bagaimana kemajuan pelaksanaan kegiatan terakhir, apakah pengeluaran melebihi
anggaran atau kemajuan sesuai jadwal. Untuk itu, menjelang saat pelaporan
dikumpulkan informasi mengenai status akhir kemajuan proyek dengan menghitung
jumlah unit yang diselesaikan kemudian membandingkan dengan perencanaan, atau
melihat catatan penggunaan sumber daya, misalnya jam orang dan membandingkan
dengan anggaran.
Teknik
demikian dikenal sebagai analisis varians. Teknik varians akan membandingkan
hal-hal sebagai berikut :
- Biaya pelaksanaan dengan
anggaran.
- Waktu pelaksanaan dengan jadwal
- Tanggal mulai pelaksanaan
dengan rencana
- Tanggal akhir pekerjaan dengan
rencana
- Angka kenyataan pemakaian
tenaga kerja dengan anggaran
- Jumlah penyelesaian pekerjaan
dengan rencana
Disamping
menunjukan angka perbedaan kumulatif antara rencana dan pelaksanaan pada saat
pelaporan, analisis varian mendorong untuk melacak dan mengkaji dimana dan
kapan telah terjadi varian yang paling dominant dan kemudian mencari
penyebabnya untuk diadakan koreksi.Terjadinya varians biaya yang relatif besar
dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab, Misalnya oleh kemajuan pelaksanaan
pekerjaan lebih cepat, dan lain-lain. Pendekatan diatas, pelaksanaan proyek,
diperlukan pula untuk kegiatan akuntansi dan audit proyek yang berfungsi antara
lain untuk menyakinkan apakah pembebanan biaya telah sesuai dengan prosedur dan
alokasi, termasuk verifikasi dan penelitian kebenaran pendekatan dengan cara
ini akan memberikan gambaran hasil kerja masa lalu dan menunjukan perbandingan
antara hasil pelaksanaan dan perencanaan.
Cara ini
untuk memperagakan adanya varian adalah dengan menggunakan grafik S. Grafik
dibuat dengan sumbu X sebagai nilai kumulatif biaya atau jam orang yangn telah
digunakan atau persentase (%) penyelesaian pekerjaan, sedangkan sumbu Y
menunjukan parameter waktu. Ini berarti menggambarkan kemajuan volume pekerjaan
yang diselesaikan sepanjang siklus proyek.Bila grafik tersebut disbanding
dengan grafik serupa yang disusun berdasarkan perencanaan dasar (kumulatif
pengeluaran berdasarkan anggaran uang/jam orang) maka akan segera terlihat jika
terjadi penyimpangan.
Dengan
demikian sifat seperti tersebut dan pembuatannya relatif cepat dan mudah, maka
metode penyajian dengan grafik S dijumpai secara luas dalam penyelenggaraan
proyek. Grafik yang dibuat dengan sumbu vertical sebagai nilai kumulatif biaya
atau jam orang atau penyelesaian pekerjaan dan sumbu horizontal sebagai waktu
kalender masing-masing dari angka 0 sampai waktu selesai pekerjaan, umumnya
akan berbentuk huruf S. Ini disebabkan kegiatan proyek berlangsung sebagai
berikut :
- Kemajuan pada awal bergerak
lambat
- Diikuti oleh kegiatan yang
bergerak cepat
- Akhirnya kemajuan menurun ada
berhenti pada titik akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar